CERITA DAN KISAH : JANGAN HANCURKAN DAKWAH DENGAN SIKAPMU YANG NGAWUR DAN TIDAK DEWASA

Selasa, 29 Mei 2018

JANGAN HANCURKAN DAKWAH DENGAN SIKAPMU YANG NGAWUR DAN TIDAK DEWASA


Banyak sekali kejadian-kejadian akhir-akhir ini yang terkadang hanya bisa membuat diriku tersenyum saja dengan ikhlas. Bagaimana tidak seseorang yang memang benar-benar berniat melakukan ibadah dirumah seseorang karena undangan dari pihak tuan rumah, tetapi hanya karena berbeda pandangan bisa membuat salah seorang anggota keluarga dengan gampang mengobarkan emosi kepada para hadirin yang datang atas undangan tuan rumah.
Bahkan dengan penuh kesombongan karena merasa paling mengerti urusan Qur'an dan hadits dwngan gampangnya menyesatkan apa-apa yang akan kami berikan dalam bentuk dzikir melingkar.
Coba cermati sebuah pandangan seorang ulama yang bisa kita pertanggung jawabkan keimanannya dan keilmuannya dari (KH. MUSTOFA BISRI - GUS MUS)
  
Saya kadang merasa aneh melihat saudara saya *umat Islam* yang memiliki sifat seperti anak-anak, ingin menang sendiri, mudah marah dan memaksakan kehendaknya agar orang lain sama dengan dirinya...
Padahal Alquran sudah mengatakan untuk Berbuat Adil karena itu bisa mendekatkan kepada ketaqwaan
Tapi begitulah sifat anak-anak kadang tidak bisa menerima nasehat yang baik sekalipun untuk dirinya sendiri
Atheis dimusuhi karena tidak bertuhan
Bertuhan dimusuhi karena tuhannya beda
Tuhannya sama dimusuhi karena nabinya beda
Nabinya sama dimusuhi karena alirannya beda
Alirannya sama dimusuhi karena pendapatnya beda
Pendapatnya sama dimusuhi karena partainya beda
Partainya sama dimusuhi karena pendapatannya beda
Apa kamu mau hidup sendirian di muka bumi untuk memuaskan nafsu keserakahan?.
Kau tahu apa yang dilakukan Sayyidul Wujud Muhammad SAW pada seorang yahudi tua yang tiap hari meludahi dan melempari kotoran padanya?
Ia jenguk dan doakan sang yahudi ketika yahudi itu sakit.
Kau tahu apa yang dilakukan Muhammad SAW pada seorang yahudi buta yang tiada hari tanpa mencacinya? 
Ia suapi setiap hari dengan tangannya sendiri yang mulia tanpa sang yahudi tahu bahwa yang menyuapinya adalah Muhammad SAW yang selalu ia caci.
Itulah Islam
Ber-Islamlah seperti Islam-nya Muhammad SAW, bukan Islam ala egomu.
Jangan sampai kau hanya ber-Islam, tapi kau kehilangan Muhammad SAW
Jangan lemahkan Islam yang kuat dengan tindakan kerdilmu
Jangan hinakan Islam yang suci dengan perbuatan nista

Tidak ada komentar:

Posting Komentar